<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Film &#8211; Journalight</title>
	<atom:link href="https://journalight.com/category/feature/film/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journalight.com</link>
	<description>UI Journalism Studies</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 May 2025 08:38:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://journalight.com/wp-content/uploads/2024/02/cropped-Journalight_1-logo-cropped-removebg-32x32.png</url>
	<title>Film &#8211; Journalight</title>
	<link>https://journalight.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kekuatan Mengerikan Seorang Jenderal Militer: Ulasan Film Autobiography (2023)</title>
		<link>https://journalight.com/2024/06/03/kekuatan-mengerikan-seorang-jenderal-militer-ulasan-film-autobiography-2023/</link>
					<comments>https://journalight.com/2024/06/03/kekuatan-mengerikan-seorang-jenderal-militer-ulasan-film-autobiography-2023/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[journalight]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jun 2024 06:04:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journalight.com/?p=1312</guid>

					<description><![CDATA[oleh S. Rahmadhani Autobiography (2023) adalah debut film panjang Makbul Mubarak yang dikenal publikmelalui film pendek Ruah (2017). Cerita pada film ini berfokus pada hubungan antara Rakib,seorang pemuda penjaga rumah jenderal yang jarang disinggahi, dengan Purna yang saatitu kembali menempati...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>oleh <strong><strong>S. Rahmadhani</strong></strong></p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1000" height="562" src="https://journalight.com/wp-content/uploads/2024/06/image-3.png" alt="" class="wp-image-1319" srcset="https://journalight.com/wp-content/uploads/2024/06/image-3.png 1000w, https://journalight.com/wp-content/uploads/2024/06/image-3-300x169.png 300w, https://journalight.com/wp-content/uploads/2024/06/image-3-768x432.png 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption class="wp-element-caption">(Sumber foto: CNN Indonesia)</figcaption></figure>



<p>Autobiography (2023) adalah debut film panjang Makbul Mubarak yang dikenal publik<br>melalui film pendek Ruah (2017). Cerita pada film ini berfokus pada hubungan antara Rakib,<br>seorang pemuda penjaga rumah jenderal yang jarang disinggahi, dengan Purna yang saat<br>itu kembali menempati rumah tersebut karena ingin mencalonkan diri sebagai Bupati.<br>Purna merupakan orang yang sangat disegani oleh masyarakat desa. Rakib yang selalu<br>mendampinginya pun juga terkena imbasnya. Ia turut disegani oleh banyak orang walaupun<br>hanya sebagai asisten pribadi Purna.</p>



<p>Suatu hari, Purna melihat spanduk pilkadanya telah dirusak. Kemudian, Rakib diminta untuk<br>mencari pelaku dari perusakan spanduk tersebut. Setelah Rakib berhasil membawa pelaku<br>ke rumah, ia kaget dengan apa yang ternyata dilakukan Purna terhadap orang tersebut.<br>Sejak saat itu, Rakib akhirnya berusaha untuk lepas dari naungan Purna. Meskipun turut<br>mencicipi superioritas tersebut, Rakib tak mengira demi melanggengkan kekuasaannya<br>Purna rela melakukan hal yang tidak ia duga sebelumnya.</p>



<p>Tempo penceritaan pada film ini disajikan dengan lambat, tetapi tidak serta merta<br>menjadikan film ini sebagai tontonan yang membosankan. Pembabakan antara pengenalan<br>tokoh, konflik, dan resolusi terbagi secara jelas dan matang. Makbul Mubarak berhasil<br>menghadirkan nuansa mengerikan sejak awal kemunculan Purna sebagai seseorang<br>dengan kuasa yang sangat besar pada desa tersebut.</p>



<p>Film ini disertai dengan scoring musik yang tepat, sehingga efek kengerian dari kuasa Purna<br>dan Rakib semakin terasa. Hal menarik lainnya dalam film ini adalah penggunaan catur<br>sebagai suatu metafora terkait kehidupan politik yang penuh taktik strategis nan licik.</p>



<p>Meskipun begitu, film ini juga tidak terlepas dari beberapa kekurangan. Beberapa kali<br>sempat ditemukan transisi antar adegan yang masih kurang halus sehingga cukup<br>mengganggu pengalaman menonton khalayak.</p>



<p>Selain itu, terdapat ambiguitas latar waktu yang digunakan dalam film ini. Apabila melihat<br>ketakutan akan militer yang disajikan, film ini bisa jadi mengambil latar pada tahun 80-an.<br>Namun, penggunaan teknologi dan cara berpakaian pada film ini seolah-olah<br>memperlihatkan bahwa mereka berada pada masa sekarang.</p>



<p>Secara keseluruhan, Autobiography telah berhasil menjadi film suspense slow burn yang<br>menarik untuk ditonton. Sesuai dengan tagline-nya, #SeramTanpaSetan, duet akting Kevin<br>Ardilova dan Arswendy Bening Swara berhasil menunjukkan kengerian orang dengan kuasa<br>besar yang manipulatif. Sesuatu yang lebih menyeramkan dari setan itu sendiri.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://journalight.com/2024/06/03/kekuatan-mengerikan-seorang-jenderal-militer-ulasan-film-autobiography-2023/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
