<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Music &#8211; Journalight</title>
	<atom:link href="https://journalight.com/category/feature/music/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journalight.com</link>
	<description>UI Journalism Studies</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Dec 2025 04:55:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://journalight.com/wp-content/uploads/2024/02/cropped-Journalight_1-logo-cropped-removebg-32x32.png</url>
	<title>Music &#8211; Journalight</title>
	<link>https://journalight.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Langkah Hijau Coldplay melalui Music of the Spheres Tour</title>
		<link>https://journalight.com/2025/12/19/langkah-hijau-coldplay-melalui-music-of-the-spheres-tour/</link>
					<comments>https://journalight.com/2025/12/19/langkah-hijau-coldplay-melalui-music-of-the-spheres-tour/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kelompok 5 Data Journalism 2025]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 14:26:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Data Journalism]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Coldplay]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Sustanability]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journalight.com/?p=3969</guid>

					<description><![CDATA[Konser musik kini tidak lagi hanya sekadar panggung raksasa, pesta cahaya, dan riuh suara penonton yang menggema di stadion. Konser juga dapat membawa dampak besar, baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Itulah sebabnya ketika Coldplay mengumumkan Music of the Spheres...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Konser musik kini tidak lagi hanya sekadar panggung raksasa, pesta cahaya, dan riuh suara penonton yang menggema di stadion. Konser juga dapat membawa dampak besar, baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan.</p>



<p>Itulah sebabnya ketika Coldplay mengumumkan <em>Music of the Spheres Tour </em>pada 14 Oktober 2021, antusiasme publik tidak hanya datang dari penggemar musik, tetapi juga mereka yang penasaran: <strong>&#8220;Bisakah tur stadion berskala global menjadi lebih ramah lingkungan?&#8221;</strong></p>



<p>Tur ini kemudian berkembang menjadi lebih dari 130 pertunjukan di berbagai negara. Melalui <em>Music of the Spheres Tour</em>, Coldplay menjadikannya sebagai arena eksperimen besar tentang bagaimana elemen hiburan dan berkelanjutan dapat berjalan secara berdampingan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-datawrapper wp-block-embed-datawrapper"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="responsive-embed widescreen"><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" title="Persebaran Music of the Spheres Tour (2022-2025)" src="https://datawrapper.dwcdn.net/Jgu0G/3/#?secret=8IckfWG28g" data-secret="8IckfWG28g" scrolling="no" frameborder="0" height="413"></iframe></div>
</div></figure>



<p class="has-text-align-center has-small-font-size">Sumber: <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Music_of_the_Spheres_World_Tour#Tour_dates">Wikipedia</a></p>



<p style="font-size:10px"><em>*Klik gambar untuk melihat informasi selengkapnya</em></p>



<p>Coldplay mulai dikenal luas lewat album <em>Parachutes</em> (2000) dengan <em>single</em> “Yellow.” Popularitas mereka mencapai puncak di era <em>Viva la Vida </em>(2008). Dalam dekade berikutnya, Coldplay membangun identitas baru sebagai <em>band</em> stadion dengan visual penuh warna, kembang api, dan gelang LED (<em>xyloband</em>). Transformasi ini memperkuat posisi Coldplay sebagai salah satu <em>band</em> paling berpengaruh di dunia.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="responsive-embed widescreen"><iframe title="Spotify Embed: Parachutes" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/album/6ZG5lRT77aJ3btmArcykra?si=2qj4kL9-QeeOnPLBKn4kdg&amp;utm_source=oembed"></iframe></div>
</div></figure>



<p>Skala <em>Music of the Spheres Tour</em> membuatnya nyaris mustahil diabaikan. Tercatat hingga tahun 2025, lebih dari 10,3 juta orang telah menonton tur ini, membuatnya menduduki peringkat pertama dalam daftar konser yang paling banyak dihadiri sepanjang masa.</p>


<div class="infogram-embed" data-id="7238e9ce-4671-433e-bfbc-846b209e5b3c" data-type="interactive" data-title="Tur Konser Paling Banyak Didatangi"></div>
<p><script>!function(e,n,i,s){var d="InfogramEmbeds";var o=e.getElementsByTagName(n)[0];if(window[d]&&window[d].initialized)window[d].process&&window[d].process();else if(!e.getElementById(i)){var r=e.createElement(n);r.async=1,r.id=i,r.src=s,o.parentNode.insertBefore(r,o)}}(document,"script","infogram-async","https://e.infogram.com/js/dist/embed-loader-min.js");</script></p>
<div style="padding:8px 0;font-family:Arial!important;font-size:13px!important;line-height:15px!important;text-align:center;border-top:1px solid #dadada;margin:0 30px"><a href="https://infogram.com/tur-konser-paling-banyak-didatangi-1hxj48mq7gmoq2v" style="color:#989898!important;text-decoration:none!important;" target="_blank">Tur Konser Paling Banyak Didatangi</a><br /><a href="https://infogram.com" style="color:#989898!important;text-decoration:none!important;" target="_blank" rel="nofollow">Infogram</a></div>



<p class="has-text-align-center has-small-font-size">Sumber: <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_most-attended_concert_tours">Wikipedia</a></p>



<p style="font-size:10px"><em>*Klik gambar untuk melihat informasi selengkapnya</em></p>



<p>Apa yang membuat tur ini berbeda bukan hanya dari kemegahannya, melainkan komitmen untuk merancang ulang bagaimana konser berskala stadion dengan visual megah tetap dapat dijalankan dengan prinsip keberlanjutan tanpa mengorbankan pengalaman penonton.<br><br>Coldplay merancang tur ini dengan tiga prinsip utama:&nbsp;</p>



<p><strong>1. <em>Reduce</em></strong><em> </em>→ Mengurangi konsumsi dan emisi CO₂ hingga 50% serta daur ulang secara ekstensif.</p>



<p><strong>2. <em>Reinvent</em></strong><em> </em>→ Mendukung teknologi hijau terbarukan dan mengembangkan metode tur berkelanjutan yang sangat rendah karbon.</p>



<p><strong>3. <em>Restore</em></strong><em> </em>→ Mendanai proyek berbasis alam dan teknologi yang dapat menyerap CO₂.</p>



<p style="font-size:30px"><strong>1. Reduce</strong></p>



<p>Coldplay secara terbuka menyatakan target pengurangan emisi CO₂ sebesar 50% dibandingkan tur sebelumnya, <em>A Head Full of Dreams Tour</em> (2016–2017). Prinsip <em>reduce </em>menjadi langkah pertama dengan mengurangi konsumsi energi dan material sejak tahap perancangan.</p>



<p>Pada level produksi, tim tur menata ulang sistem energi dan logistik untuk menghemat konsumsi listrik, mengurangi perjalanan yang tidak perlu, serta mengoptimalkan rute pengiriman peralatan.</p>



<p>Komponen ikonik seperti gelang LED atau <em>xyloband </em>diproduksi untuk dapat dipakai berulang kali. Coldplay juga menampilkan persentase pengembalian <em>xyloband </em>di layar stadion, menciptakan elemen kompetitif yang positif bagi penonton di setiap negara.</p>


<div class="flourish-embed flourish-bar-chart-race" data-src="visualisation/25786470"><script src="https://public.flourish.studio/resources/embed.js"></script><noscript><img decoding="async" src="https://public.flourish.studio/visualisation/25786470/thumbnail" width="100%" alt="bar-chart-race visualization" /></noscript></div>



<p class="has-text-align-center has-small-font-size">Sumber: <a href="https://www.instagram.com/p/C4cxQMKynhD/?img_index=2">Eventori.id</a></p>



<p style="font-size:10px"><em>*Klik gambar untuk melihat informasi selengkapnya</em></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p style="font-size:15px"><em>“… jadi kayak trigger gitu loh buat setiap negara, kayak biar masuk di ranking yang bagus gitu, walaupun Indonesia kayak kemarin kurang sih, karena banyak yang nggak balikin (xyloband) juga kan.”</em> <em>– Ayesha</em></p>
</blockquote>



<p>Selain itu, tim produksi juga beralih ke material berbasis tanaman dan komponen yang dapat dikompos atau didaur ulang. Strategi ini mendukung tingginya angka <em>diversion rate </em>(sampah yang dialihkan dari TPA) di laporan keberlanjutan.</p>


<div class="infogram-embed" data-id="20308377-a2ff-4647-89f5-91938c2a612f" data-type="interactive" data-title="Air Isi Ulang (Coldplay)"></div>
<p><script>!function(e,n,i,s){var d="InfogramEmbeds";var o=e.getElementsByTagName(n)[0];if(window[d]&&window[d].initialized)window[d].process&&window[d].process();else if(!e.getElementById(i)){var r=e.createElement(n);r.async=1,r.id=i,r.src=s,o.parentNode.insertBefore(r,o)}}(document,"script","infogram-async","https://e.infogram.com/js/dist/embed-loader-min.js");</script></p>
<div style="padding:8px 0;font-family:Arial!important;font-size:13px!important;line-height:15px!important;text-align:center;border-top:1px solid #dadada;margin:0 30px"><a href="https://infogram.com/air-isi-ulang-coldplay-1h9j6q758k79v4g" style="color:#989898!important;text-decoration:none!important;" target="_blank">Air Isi Ulang (Coldplay)</a><br /><a href="https://infogram.com" style="color:#989898!important;text-decoration:none!important;" target="_blank" rel="nofollow">Infogram</a></div>



<p class="has-text-align-center" style="font-size:13px">Sumber: <a href="https://www.coldplay.com/emissions-update/">Coldplay</a></p>



<p>Di setiap penyelenggaraan konser, Coldplay menghimbau penonton untuk membawa botol isi ulang sendiri karena tempat pengisian air minum disediakan di tiap sudut guna menghindari penumpukan sampah botol.</p>



<p style="font-size:30px"><strong>2. Reinvent</strong></p>



<p>Prinsip <em>reinvent </em>menyoroti cara baru memproduksi dan memanfaatkan energi dalam konser. Kebutuhan energi untuk menghidupkan teknologi dihubungkan oleh Coldplay dengan aktivitas penonton yang dapat berpartisipasi mengisi pasokan energi panggung.</p>



<p>Di area <em>standing</em>, penonton dapat menemukan <em>kinetic dance floor </em>yang dirancang khusus untuk memproses tekanan dan gerakan kaki menjadi energi listrik. </p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://journalight.com/wp-content/uploads/2025/12/image-2.png" alt="" class="wp-image-4278" style="aspect-ratio:1.5014809041309432;width:430px;height:auto" srcset="https://journalight.com/wp-content/uploads/2025/12/image-2.png 1024w, https://journalight.com/wp-content/uploads/2025/12/image-2-300x200.png 300w, https://journalight.com/wp-content/uploads/2025/12/image-2-768x512.png 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</div>


<p class="has-text-align-center has-small-font-size">Sumber: <a href="https://www.billboard.com/business/touring/coldplay-pearl-jam-sustainability-science-experts-initiatives-1235643012/">Billboard.com</a></p>



<p>Di titik lain, tersedia <em>power bikes</em> yang memungkinkan penonton menghasilkan energi sambil mengayuh. Kedua instalasi ini menunjukkan bahwa gerakan tubuh penonton dapat diubah menjadi listrik.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" width="600" height="400" src="https://journalight.com/wp-content/uploads/2025/12/image-3.png" alt="" class="wp-image-4280" style="width:423px;height:auto" srcset="https://journalight.com/wp-content/uploads/2025/12/image-3.png 600w, https://journalight.com/wp-content/uploads/2025/12/image-3-300x200.png 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></figure>
</div>


<p class="has-text-align-center has-small-font-size">Sumber: <a href="https://www.billboard.com/business/touring/coldplay-pearl-jam-sustainability-science-experts-initiatives-1235643012/">Coldplay</a></p>



<p>Coldplay juga membawa panel surya portabel untuk membantu pasokan energi, serta sistem baterai yang berasal dari baterai bekas mobil listrik BMW i3 yang didaur ulang. Teknologi ini menunjukkan bahwa konser tidak harus bergantung pada generator diesel, tetapi dapat didukung oleh energi terbarukan.<br><br>Tahap <em>reinvent </em>membuat <em>green concept </em>dapat dialami penonton selama konser. Lebih dari sekadar menghadirkan panggung yang megah, Coldplay menunjukkan bahwa konser dapat berlangsung dengan pilihan energi yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan.</p>



<p style="font-size:30px"><strong>3. Restore</strong></p>



<p>Prinsip <em>restore </em>menegaskan komitmen Coldplay dalam menempatkan tur sebagai sumber dana bagi pemulihan lingkungan. Target utamanya adalah penanaman tujuh juta pohon, satu untuk setiap penonton konser. Program ini berkolaborasi dengan organisasi seperti One Tree Planted dan mendukung proyek restorasi sekitar 10.000 hektare di 24 negara.</p>


<div class="infogram-embed" data-id="1c8ece3d-45d0-4ad7-bfbc-1e8612c5fe1f" data-type="interactive" data-title="7 Juta Pohon (Coldplay)"></div>
<p><script>!function(e,n,i,s){var d="InfogramEmbeds";var o=e.getElementsByTagName(n)[0];if(window[d]&&window[d].initialized)window[d].process&&window[d].process();else if(!e.getElementById(i)){var r=e.createElement(n);r.async=1,r.id=i,r.src=s,o.parentNode.insertBefore(r,o)}}(document,"script","infogram-async","https://e.infogram.com/js/dist/embed-loader-min.js");</script></p>
<div style="padding:8px 0;font-family:Arial!important;font-size:13px!important;line-height:15px!important;text-align:center;border-top:1px solid #dadada;margin:0 30px"><a href="https://infogram.com/7-juta-pohon-coldplay-1h984wv105gzz2p" style="color:#989898!important;text-decoration:none!important;" target="_blank">7 Juta Pohon (Coldplay)</a><br /><a href="https://infogram.com" style="color:#989898!important;text-decoration:none!important;" target="_blank" rel="nofollow">Infogram</a></div>



<p class="has-text-align-center has-small-font-size">Sumber: <a href="https://www.coldplay.com/emissions-update/">Coldplay</a></p>



<p style="font-size:10px"><em>*Klik gambar untuk melihat informasi selengkapnya</em></p>



<p>Coldplay juga bermitra dengan organisasi lingkungan lainnya, seperti ClientEarth yang berfokus pada advokasi hukum, The Ocean Cleanup dan Project Seagrass yang bekerja di ranah laut, dan Climeworks yang mengembangkan teknologi penangkapan karbon. Di Jakarta, penonton mengenal restorasi ini melalui kapal <em>interceptor</em> yang mengumpulkan sampah sungai.</p>



<p><em>Coldplay Sustainability Report </em>(2024) menjadi dasar untuk menilai efektivitas prinsip-prinsip tersebut. Dibandingkan tur sebelumnya, <em>Music of the Spheres Tour </em>melaporkan pengurangan emisi sekitar 59% CO₂e. Energi yang digunakan rata-rata sekitar 17 kWh energi per konser, bersumber dari panel surya, <em>kinetic dance floor</em>, dan <em>power bikes</em>.</p>


<div style="position: relative; width: 100%; height: 0px; padding: 93.86% 0px 0px; overflow: hidden; will-change: transform;"><iframe loading="lazy" src="https://e.infogram.com/a29b6324-4279-4c0a-b19f-574053dc9ef3?src=embed&amp;embed_type=responsive_iframe" title="Perbandingan kWh (Coldplay)" allowfullscreen="" allow="fullscreen" style="position: absolute; width: 100%; height: 100%; top: 0px; left: 0px; border: none; padding: 0px; margin: 0px;"></iframe></div>
<div style="padding: 8px 0px; font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 15px; text-align: center; border-top: 1px solid rgb(218, 218, 218); margin: 0px 30px;"><a href="https://infogram.com/perbandingan-kwh-coldplay-1h984wv1nmpoz2p" target="_blank" style="color: rgb(152, 152, 152); text-decoration: none;">Perbandingan kWh (Coldplay)</a><br /><a href="https://infogram.com" target="_blank" rel="nofollow" style="color: rgb(152, 152, 152); text-decoration: none;">Infogram</a></div>



<p class="has-text-align-center has-small-font-size">Sumber: <a href="https://www.coldplay.com/emissions-update/">Coldplay</a></p>



<p>Sekitar 72% sampah konser berhasil dialihkan dari TPA melalui daur ulang, kompos, dan sistem pengelolaan lain. Di sektor transportasi, Coldplay melaporkan penghematan sekitar 3.000 tCO₂e dari penggunaan <em>Sustainable Aviation Fuel </em>(SAF) untuk sebagian perjalanan udara, serta penurunan sekitar 33% dampak <em>freight </em>akibat pengurangan volume dan berat peralatan yang diangkut.</p>


<div class="infogram-embed" data-id="bf64bf1d-9d5e-4fab-b814-cc6ccdf1340e" data-type="interactive" data-title="Sisa Sampah"></div>
<p><script>!function(e,n,i,s){var d="InfogramEmbeds";var o=e.getElementsByTagName(n)[0];if(window[d]&&window[d].initialized)window[d].process&&window[d].process();else if(!e.getElementById(i)){var r=e.createElement(n);r.async=1,r.id=i,r.src=s,o.parentNode.insertBefore(r,o)}}(document,"script","infogram-async","https://e.infogram.com/js/dist/embed-loader-min.js");</script></p>
<div style="padding:8px 0;font-family:Arial!important;font-size:13px!important;line-height:15px!important;text-align:center;border-top:1px solid #dadada;margin:0 30px"><a href="https://infogram.com/sisa-sampah-1hxj48mq7g0752v" style="color:#989898!important;text-decoration:none!important;" target="_blank">Sisa Sampah</a><br /><a href="https://infogram.com" style="color:#989898!important;text-decoration:none!important;" target="_blank" rel="nofollow">Infogram</a></div>



<p class="has-text-align-center has-small-font-size">Sumber: <a href="https://www.coldplay.com/emissions-update/">Coldplay</a></p>



<p style="font-size:30px"><strong>Apa yang dapat diperbaiki?</strong></p>



<p>Dari perspektif penonton, <em>Music of the Spheres Tour</em> dianggap berhasil menggabungkan konser stadion yang magis dengan pesan-pesan keberlanjutan lingkungan. Namun, terdapat beberapa catatan yang menunjukkan ruang perbaikan.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p style="font-size:15px"><em>“Cuma mungkin ada beberapa hal yang kayak F&amp;B-nya itu lumayan antre panjang banget dan susah banget buat nyari makan di dalam.”&nbsp;– Ayesha</em><br><br><em>“&#8230;kita tuh diwajibkan untuk ngembaliin gelang kan, cuma kemarin tuh pengawasannya (kru konser) kurang banget. Jadi makanya banyak orang yang lost nggak ngembaliin ini (xyloband).” – Annisa</em></p>
</blockquote>



<p>Di Jakarta, antrean F&amp;B dan <em>water station</em> yang terbatas membuat penonton kesulitan mengakses makanan dan minuman. Titik pengembalian <em>xyloband </em>juga dinilai kurang jelas dan pengawasannya minim, sehingga masih banyak gelang LED yang tidak dikembalikan.</p>



<p>Salah satu penonton konser di Singapura juga mengusulkan agar informasi visual mengenai data <em>real-time </em>ditampilkan lebih banyak sebelum konser dimulai, seperti berapa energi yang dihasilkan <em>kinetic dance floor</em>, berapa persen gelang yang sudah kembali, atau dampak proyek restorasi.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p style="font-size:15px"><em>“&#8230;mungkin bisa disediakan lebih banyak info yang visual gitu jadi misalnya layar khusus sebelum konsernya dimulai jadi kayak ngejelasin data real time-nya tuh gimana, terus juga mungkin kemarin karena tempat refill airnya tuh juga sedikit gitu kan jadi menurut aku mendingan banyak supaya ngantrinya nggak terlalu panjang gitu di setiap tempat itu nih refill airnya.” – Naura</em></p>
</blockquote>



<p>Meskipun demikian, para informan sepakat bahwa konser seperti ini efektif sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap isu lingkungan. Skala internasional, figur ternama, dan kehadiran jutaan penonton membuat pesan keberlanjutan tersebar jauh melampaui stadion.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p style="font-size:15px"><em>“&#8230;konser musik ini kan skalanya internasional ya, dan artisnya pun juga artis besar banget. Jadi orang-orang pun, baik yang nonton maupun gak nonton jadi punya kesadaran terhadap isu lingkungan itu sendiri sih.”</em> <em>– Ayesha</em></p>
</blockquote>



<p><em>Music of the Spheres Tour</em> menunjukkan bahwa konser tidak akan pernah sepenuhnya “hijau”, tetapi dapat bergerak ke arah yang lebih bertanggung jawab. Melalui kombinasi desain tur, teknologi, data, dan pengalaman penonton.</p>



<p>Coldplay membuka kemungkinan baru: <strong>konser sebagai petualangan musik yang tidak hanya menyatukan jutaan suara, tetapi juga menyatukan langkah menuju masa depan yang lebih berkelanjutan</strong>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="responsive-embed widescreen"><iframe title="Coldplay: Sustainability Video [2022]" width="1000" height="563" src="https://www.youtube.com/embed/y89U96H6AgU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://journalight.com/2025/12/19/langkah-hijau-coldplay-melalui-music-of-the-spheres-tour/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kondangan Meriah: Menyambut Jamming Budaya Pertama 2024</title>
		<link>https://journalight.com/2024/06/05/kondangan-meriah-menyambut-jamming-budaya-pertama-2024/</link>
					<comments>https://journalight.com/2024/06/05/kondangan-meriah-menyambut-jamming-budaya-pertama-2024/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ilma Rayhana]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jun 2024 03:38:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[fib ui]]></category>
		<category><![CDATA[jamming budaya]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journalight.com/?p=1410</guid>

					<description><![CDATA[Udara malam yang berembun membuat kerumunan mahasiswa berkostum formal terasa pengap. Namun, mereka tidak tampak begitu peduli. Payung, pusat perkumpulan mahasiswa FIB UI, telah disulap menjadi panggung. Di atasnya, musisi menerima sorakan riuh saat bergantian menaiki panggung. Kampus terasa begitu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Udara malam yang berembun membuat kerumunan mahasiswa berkostum formal terasa pengap. Namun, mereka tidak tampak begitu peduli. Payung, pusat perkumpulan mahasiswa FIB UI, telah disulap menjadi panggung. Di atasnya, musisi menerima sorakan riuh saat bergantian menaiki panggung. Kampus terasa begitu hidup dan berwarna, dipenuhi gelak tawa dan dentuman <em>bass</em>. Inilah yang terjadi setiap diadakan Jamming Budaya.</p>



<figure class="wp-block-video aligncenter"><video height="538" style="aspect-ratio: 960 / 538;" width="960" controls src="https://journalight.com/wp-content/uploads/2024/06/Suasana-Jambud2.mp4"></video><figcaption class="wp-element-caption">Suasana Payung ketika Jamming Budaya (Sumber video: Rafi Abid Wibisono)</figcaption></figure>



<p>Jamming Budaya, kerap disebut Jambud, merupakan acara musik yang diselenggarakan Irama Bahana Sastra (Mantra) UI. Mantra UI sendiri merupakan badan otonom mahasiswa FIB UI yang berfokus di bidang musik. Sebagai penyelenggara, Mantra UI memberikan wadah bagi para musisi untuk menunjukkan kemampuan bermusiknya, baik musisi internal maupun eksternal FIB. Tak hanya memberikan panggung bagi musisi, Jambud juga hadir sebagai ajang mahasiswa untuk melepas penat di tengah wara-wiri perkuliahan.</p>



<p>Pada edisi ketujuh ini, Jambud membawakan tema “Kondangan”. Tema tersebut disambut baik dengan rasa antusiasme dari para pengunjungnya. Mayoritas pengunjung yang hadir pada Jambud kali ini datang dengan mengenakan batik, kebaya, jas, atau pakaian kondangan lainnya. Acara yang diadakan setiap sebulan sekali tersebut telah kembali diadakan untuk pertama kalinya di tahun 2024, lebih tepatnya pada tanggal 31 Mei 2024 kemarin.</p>



<p>Jambud edisi ini diisi oleh penampilan band yang kebanyakan merupakan band internal FIB, seperti <em>homeband</em> Mantra, Mothersoul, Fuzzy Lads, Lokadipocere, dan DJ Ali. Penampil eksternal diisi oleh band Harum Manis yang pada acara ini menampilkan debut album barunya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh7-us.googleusercontent.com/docsz/AD_4nXdE73tNCvNPSIVpAAqTXsdhVVjGaYtg7kzGpnHohAm_GtT-Q5PoPa_Yngvug8Jsz6uYcORjz8RNF9xLPiWfzwoPvb_kDSlNOCc3tvAe80LhpqlBH3rw55Z0x12q1Jhe-HC-Ru37xkzNIUQCjcS_UZUExDU?key=y7WJxTreBr4W-3h3DVsX7w" alt=""/><figcaption class="wp-element-caption">Pertunjukan di Jamming Budaya (Sumber foto: Rafi Abid Wibisono)</figcaption></figure>
</div>


<p></p>



<p>Antusiasme tersebut dirasakan oleh sejumlah pengunjung yang mendatangi Jambud kali ini. Salah satunya adalah Millie, mahasiswa UI angkatan 2022. “Kali ini, aku ingin nonton <em>debut performance-</em>nya Harum Manis. Terbayar tunai, ternyata mereka <em>nyanyi </em>se-album!” ujarnya sambil tertawa.</p>



<p>Keempat kalinya datang ke Jambud, Millie selalu bersemangat untuk melihat dekorasi dan lingkungan yang “menggemakan <em>youth</em>” baginya. Millie merasa bahwa di Jambud, mahasiswa dapat berkegiatan layaknya mahasiswa biasa, bebas melepas penat. Selain itu, acara ini menjadi mediumnya bertemu teman-temannya dari media sosial X.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh7-us.googleusercontent.com/docsz/AD_4nXeJlPHOw0ZuUQjjMEw5Rfi1u1ea7IKVV-z96h1sQexspj99FJp11UiZZP_-zLQwR3MNngxrdn_s4TIFk2HlX-QCNoxH7-fA6B8Ge3T9PTGpqTRehPoGfSgoztq-I53Bvvst-AE7CpjJApTRaRwMPRLH2xwQ?key=y7WJxTreBr4W-3h3DVsX7w" alt=""/><figcaption class="wp-element-caption">Millie di Jamming Budaya (Sumber foto: Millie)</figcaption></figure>
</div>


<p></p>



<p>Salah seorang pengunjung yang juga merupakan mahasiswa FIB, Mamul, telah menghadiri Jambud sejak acara tersebut pertama kali diadakan. Hal yang paling ia tunggu dari Jambud adalah momen <em>bonding</em> dengan teman-teman sefakultas, kakak tingkat, dan alumni yang jarang ditemui di hari biasa perkuliahan. Jumat sore setiap akhir bulan menjadi waktu yang dinantikan Mamul untuk bisa seru-seruan bersama teman di akhir pekan.</p>



<p>Mamul menilai Jambud berbeda dari acara musik kampus lainnya. Menurutnya, Jambud spesial dan selalu membuat hidupnya lebih berwarna. &#8220;Spesial karena rutin diadakan dengan konsep-konsep menarik dan unik, salah satu contohnya, <em>ya,</em> <em>dresscode</em> (kondangan) ini yang <em>bikin</em> suasana jadi semakin seru.&#8221; Lokasi yang sempit dan kostum yang pengap tidak menghalangi niat Mamul untuk datang ke Jambud, selama tiket masuknya gratis dan dapat menjadi ajang seru-seruan.</p>



<p>Fadhil juga memberikan opininya terkait penyelenggaraan Jambud kali ini. Fadhil telah mengikuti Jambud lebih dari 6 kali, banyaknya mahasiswa UI yang memilih Jambud sebagai tempat berkumpul adalah alasan utamanya dalam mengikuti Jambud. “Karena banyak yang dikenal jadi tambah asik lagi, terus juga karena banyak orang dari fakultas lain kita jadi bisa kenalan sama orang-orang baru,” kata Fadhil.</p>



<p>Namun, menurut Fadhil, Jambud pertama 2024 ini memiliki kekurangan spesifik dibanding Jambud sebelumnya. Yaitu, pertunjukan musik yang hanya diadakan sampai pukul 10 malam. Hal ini tidak seperti penyelenggaraan Jambud yang umumnya dilaksanakan hingga pukul 11-12 malam.</p>



<p>Opini para pengunjung bahwa Jambud sebagai tempat melepas penat, unik, serta tempat bermain dan berkumpul bersama teman tampaknya didukung oleh ramainya pengunjung yang datang. Fakta bahwa pengunjung yang berasal dari berbagai fakultas dan diselenggarakan pada akhir minggu Ujian Akhir Semester (UAS), menunjukkan bahwa Jambud tidak hanya ditujukan untuk kalangan mahasiswa tertentu, melainkan untuk seluruh kalangan mahasiswa yang ingin mengisi waktu kosong mereka dengan diiringi seni musik.</p>



<p>Di tengah-tengah para hadirin <em>kondangan</em>, tentunya banyak cerita baru yang muncul dalam Jambud edisi ke-7 ini. Acara yang selalu diramaikan dengan audiens dari berbagai kalangan ini selalu menyuguhkan keramaian yang berbeda dari acara musik lain, khususnya di FIB UI. Suasana seperti itu pun dirasakan kemarin ketika salah satu band penampil. Fuzzy Lads, membawakan persembahan untuk Alm. Adrian, mahasiswa FIB UI yang belum lama ini meninggal dunia.&nbsp;</p>



<p>Penampilan dari Fuzzy Lads dilengkapi dengan puisi ciptaan Rae, mahasiswa Sastra Indonesia, yang dibuat khusus untuk mengenang Adrian. Persembahan itu pun membuat Jambud edisi kali ini terasa lebih dekat bagi para mahasiswa FIB UI dengan penampilan persembahan yang dibumbui dengan perasaan hangat dan haru. Sebagai acara yang selalu ditunggu-tunggu oleh banyak dari mahasiswa internal FIB UI, bahkan mahasiswa eksternal sekalipun, tentunya penyelenggara acara selalu mempersiapkan <em>gebrakan</em> pada setiap Jambud.&nbsp;</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh7-us.googleusercontent.com/docsz/AD_4nXfqhQzAuvbe69_GSVbZgTM4sX59MHB3_cFubBJ6vdD4SVY1g1pNR1vxRcM0ouV2XhBVjd83sSfJC2ZlJTGvC5exm5oaGqfulv0tWe618w8Yl5zjEdElqL6xsNw0-4dTRU6h8aHoxXgwMbTLNMUownAv83Vh?key=y7WJxTreBr4W-3h3DVsX7w" alt=""/><figcaption class="wp-element-caption">Penonton menikmati penampilan <em>band</em>. (Sumber foto: Yoga Al Kemal)</figcaption></figure>
</div>


<p></p>



<p>Dari hiasan ala acara pernikahan yang biasa kita jumpai di lingkungan rumah, hingga lagu-lagu dangdut yang melantun, dan orang-orang yang mengikuti <em>dresscode</em>. Atasan kebaya yang dipadukan dengan kain batik, kemeja dengan jas formal khas undangan pernikahan, bahkan beberapa penonton yang datang berpakaian sebagai pengantin. Dalam setiap pelaksanaannya, Jambud selalu dijadikan sebagai ajang mengekspresikan diri melalui dandanan sesuai <em>dresscode</em> dan gaya masing-masing. Selain pakaian, antusiasme dan euforia yang tinggi selalu ditunjukkan oleh para audiens Jambud yang memenuhi Payung, tempat para pengunjung duduk, yang turut bernyanyi dan menari di depan panggung.&nbsp;</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p><strong>Penulis: </strong>Ilma Rayhana, Rafi Abid Wibisono, Vanya Annisa Shizuka, Yoga Al Kemal</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://journalight.com/2024/06/05/kondangan-meriah-menyambut-jamming-budaya-pertama-2024/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		<enclosure url="https://journalight.com/wp-content/uploads/2024/06/Suasana-Jambud2.mp4" length="1872324" type="video/mp4" />

			</item>
		<item>
		<title>Membuka Lembar Cerita Baru dengan Kenangan Lama: Ulasan Mini Album Last Scene oleh CHEN</title>
		<link>https://journalight.com/2024/06/03/membuka-lembar-cerita-baru-dengan-kenangan-lama-ulasan-mini-album-last-shelter-oleh-chen/</link>
					<comments>https://journalight.com/2024/06/03/membuka-lembar-cerita-baru-dengan-kenangan-lama-ulasan-mini-album-last-shelter-oleh-chen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[journalight]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jun 2024 06:07:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journalight.com/?p=1316</guid>

					<description><![CDATA[oleh Syauqia Syifa S. Selepas hiatus mengikuti wajib militer pada 2022, CHEN, member dari grup band EXO sekaligus solois Korea Selatan kembali beraktivitas dalam dunia musik dengan merilis mini album ketiganya, Last Scene. CHEN mengangkat tema kenangan dan nostalgia dalam...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>oleh <strong>Syauqia Syifa S.</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://journalight.com/wp-content/uploads/2024/06/image-2-1024x683.png" alt="" class="wp-image-1317" srcset="https://journalight.com/wp-content/uploads/2024/06/image-2-1024x683.png 1024w, https://journalight.com/wp-content/uploads/2024/06/image-2-300x200.png 300w, https://journalight.com/wp-content/uploads/2024/06/image-2-768x512.png 768w, https://journalight.com/wp-content/uploads/2024/06/image-2-1536x1025.png 1536w, https://journalight.com/wp-content/uploads/2024/06/image-2-2048x1366.png 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">(Sumber foto: Genius)</figcaption></figure>



<p>Selepas hiatus mengikuti wajib militer pada 2022, CHEN, member dari grup <em>band </em>EXO sekaligus solois Korea Selatan kembali beraktivitas dalam dunia musik dengan merilis mini album ketiganya, <em>Last Scene</em>. CHEN mengangkat tema kenangan dan nostalgia dalam album <em>ballad </em>berisi enam lagu ini.</p>



<p>Album dibuka dengan <em>title track</em> “Last Scene”, lagu dengan melodi yang lebih kuat dan mewah dibandingkan <em>track </em>lagu lainnya. Cerita perpisahan merupakan tema yang kerap diangkat oleh lagu-lagu CHEN sebelumnya, tetapi “Last Scene” menunjukkan perspektif yang lebih dewasa dan emosional melalui liriknya. CHEN menunjukkan keahliannya dalam menyanyikan nada tinggi di <em>bridge </em>lagu.</p>



<p>“Photograph” dengan genre yang dideskripsikan sebagai <em>retro ballad</em>, menceritakan kenangan yang terkandung dalam foto. Melodi piano yang lebih lembut menjadi unsur yang menonjol dan berhasil mengangkat perasaan rindu yang terkandung dalam lirik.</p>



<p>“Traveler” menghadirkan perpaduan antara<em> upbeat pop</em> dan <em>jazz</em>. Lagu ini menceritakan keseharian hidup yang melelahkan dan keinginan untuk membebaskan diri dari rutinitas biasa. Melalui “Traveler”, CHEN menampilkan fleksibilitasnya sebagai penyanyi multigenre.&nbsp;</p>



<p>Lagu keempat “I Don’t Even Mind” memperdengarkan akustik dari suara gitar yang khas. Lagu ini mengangkat sisi lain dari cinta satu pihak di mana karakter utama menunjukkan sikap acuh tak acuh agar orang yang disukainya tidak merasa tertekan untuk memberikan balasan. Dalam segmen YouTube “CHEN FM”, CHEN mengungkapkan bahwa ia turut berkontribusi menulis lagu ini.</p>



<p>“Reminisce” menunjukkan <em>ballad </em>yang lebih dinamis, selaras dengan lagu-lagu <em>ballad </em>klasik khas Korea Selatan. Lagu ini kembali mengangkat tema memori nostalgia, sesuai dengan narasi utama album.</p>



<p>“Your Shelter”, dengan judul asli “계단참” yang ditranslasikan sebagai lantai pendaratan tangga, membawakan lirik yang paling metaforik dibanding lagu lainnya. Lantai pendaratan digambarkan sebagai tempat istirahat sementara dalam kehidupan yang terus naik seperti tangga. Melodi lagunya yang lembut menjadikan lagu ini penutup album yang pas.</p>



<p>Secara keseluruhan, <em>Last Scene</em> berhasil mengantarkan CHEN kembali ke industri musik setelah masa hiatusnya selama tiga tahun. CHEN juga menunjukkan kematangannya sebagai seorang penyanyi, secara keterampilan maupun pengalaman pribadi. </p>



<p>Pada satu sisi, <em>Last Scene</em> menunjukkan ciri khas CHEN dengan tema lagu yang puitis, tapi di sisi lain dia juga menunjukkan keragaman musik yang menjadi lembar baru di karirnya. Sayangnya, dengan musik yang ditujukan pada penggemar <em>ballad, </em>album ini tidak memiliki jangkauan khalayak yang luas.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://journalight.com/2024/06/03/membuka-lembar-cerita-baru-dengan-kenangan-lama-ulasan-mini-album-last-shelter-oleh-chen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
