Journalight

UI Journalism Studies

Feature

Makara Book Club, Komunitas Baca Buku di Tengah Rendahnya Minat Baca di Indonesia

Kegiatan Membaca di Kalangan Mahasiswa
(Sumber: Dokumentasi Pribadi Komunitas Makara Book Club)

DEPOK, (04/06/2025) – Indonesia masih memiliki permasalahan dalam tingkat minat baca. UNESCO pada tahun 2024 menyebutkan bahwa indeks minat baca di Indonesia hanya berkisar di angka 0,001%, dengan kata lain, bila terdapat 1000 orang Indonesia, hanya satu yang gemar membaca.

Dilansir dari RRI, Prof. Mochamad Nursalim, seorang dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyebutkan bahwa rendahnya minat baca masyarakat Indonesia bersifat general, tetapi ini juga terjadi di kalangan mahasiswa.

Di tengah fenomena ini, komunitas membaca dapat menjadi satu wadah untuk menambah minat baca. Seperti di Universitas Indonesia (UI), terdapat satu komunitas bernama “Makara Book Club”, yang menjadi wadah bagi para anggotanya dalam menyalurkan hobi membaca dan berdiskusi terkait buku apa yang telah dibaca.

Makara Book Club didirikan oleh Raka Yuda Priyangga dan Azzam Dieter Mahardhikan pada tahun 2023. Berikut ini adalah cerita singkat dari narasumber tentang bagaimana didirikannya komunitas ini:

Raka Yuda Priyangga & Azzam Dieter Hamardhikan terkait awal dibentuknya Makara Book Club
(Sumber: Hasil Wawancara Penulis)

Salah satu kegiatan yang diadakan oleh Makara Book Club memiliki tajuk Kobam(Kongkow Baca Makara), yaitu kegiatan berkumpul antar anggota, biasanya berlokasi di sekitar wilayah UI. Dalam kegiatan tersebut, para anggota selain berkumpul, juga membaca buku selama waktu yang ditentukan, dan setelahnya menceritakan apa yang sudah mereka baca serta berdiskusi. Tak jarang, diskusi bahan bacaan juga dilakukan dalam bentuk presentasi menggunakan PowerPoint.

Kegiatan lainnya yang dilaksanakan Makara Book Club adalah Baca Pulang Kuliah, yang difokuskan untuk mewadahi anggota yang ingin bersantai setelah menjalani kegiatan perkuliahan. Dalam kegiatan ini, anggota akan membaca buku tanpa diskusi.

Linda Darmajanti, seorang dosen di Universitas Indonesia mengungkapkan pandangannya terkait komunitas ini menurut sosiologi:

dra. Linda Darmajanti terkait kehadiran Makara Book Club dalam perspektif sosiologi
(Sumber: Hasil Wawancara Penulis)

Maka dengan kehadiran Makara Book Club, mereka bukan hanya sekadar komunitas membaca. Komunitas ini juga menjadi penting dalam segi sosiologis dengan membuat langkah konkret untuk mewadahi minat membaca dan juga berdiskusi, khususnya untuk mahasiswa dan lingkungan Universitas Indonesia.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *