<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Canalya Amira &#8211; Journalight</title>
	<atom:link href="https://journalight.com/author/canalyaa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journalight.com</link>
	<description>UI Journalism Studies</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Apr 2024 09:11:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://journalight.com/wp-content/uploads/2024/02/cropped-Journalight_1-logo-cropped-removebg-32x32.png</url>
	<title>Canalya Amira &#8211; Journalight</title>
	<link>https://journalight.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kendaraan Bermotor Picu Polusi Udara</title>
		<link>https://journalight.com/2023/12/19/kendaraan-bermotor-picu-polusi-udara/</link>
					<comments>https://journalight.com/2023/12/19/kendaraan-bermotor-picu-polusi-udara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Canalya Amira]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2023 12:54:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Data Journalism]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[listrik]]></category>
		<category><![CDATA[polusi]]></category>
		<category><![CDATA[udara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journalight.com/?p=392</guid>

					<description><![CDATA[Menurut pemerintah, kendaraan bermotor menjadi salah satu faktor yang disalahkan sebagai penyebab buruknya udara di Jakarta. Dengan demikian, pemerintah mendorong agar masyarakat beralih dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik yang dinilai rendah emisi. Namun, beberapa pakar menyampaikan bahwa cara tersebut...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-cover"><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim-0 has-background-dim"></span><video class="wp-block-cover__video-background intrinsic-ignore" autoplay muted loop playsinline src="https://journalight.com/wp-content/uploads/2023/12/Luhut-Erick-1.mp4" data-object-fit="cover"></video><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size"></p>
</div></div>



<p>Menurut pemerintah, kendaraan bermotor menjadi salah satu faktor yang disalahkan sebagai penyebab buruknya udara di Jakarta. Dengan demikian, pemerintah mendorong agar masyarakat beralih dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik yang dinilai rendah emisi. Namun, beberapa pakar menyampaikan bahwa cara tersebut bukan merupakan solusi yang tepat atas polusi yang terjadi. Hal ini disebabkan oleh pembelian kendaraan listrik secara pribadi dikhawatirkan akan menambah beban kemacetan.&nbsp;</p>


<div class="infogram-embed" data-id="8a0420c0-8c31-437b-ade3-661d91c594a4" data-type="interactive"></div><script>!function(e,t,s,i){var n="InfogramEmbeds",o=e.getElementsByTagName("script"),d=o[0],r=/^http:/.test(e.location)?"http:":"https:";if(/^\/{2}/.test(i)&&(i=r+i),window[n]&&window[n].initialized)window[n].process&&window[n].process();else if(!e.getElementById(s)){var a=e.createElement("script");a.async=1,a.id=s,a.src=i,d.parentNode.insertBefore(a,d)}}(document,0,"infogram-async","//e.infogram.com/js/dist/embed-loader-min.js");</script>



<p>Menurut laporan tahunan yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik, nyatanya memang kendaraan di Jakarta terus mengalami peningkatan. Data terakhir yang didapat, yakni pada tahun 2022, tingkat kendaraan di Jakarta sudah menyentuh angka sekitar 26 juta. Adapun, dari tren angka kenaikan ini juga terlihat setiap tahunnya tingkat kendaraan di Jakarta bertambah sekitar 1 juta unit. Dari setiap jenis kendaraan yang ada, motor menjadi satu-satunya kendaraan yang paling banyak digunakan hingga mencapai 17 juta unit. Sementara itu, jika dibandingkan dengan kendaraan berjenis mobil, totalnya sangat jauh yakni berada di kisaran 3 juta unit.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Kendaraan Pribadi &gt; Kendaraan Umum</strong></h3>


<div class="infogram-embed" data-id="2dc3a54d-c002-4fac-9d34-2dd455d95a13" data-type="interactive"></div><script>!function(e,t,s,i){var n="InfogramEmbeds",o=e.getElementsByTagName("script"),d=o[0],r=/^http:/.test(e.location)?"http:":"https:";if(/^\/{2}/.test(i)&&(i=r+i),window[n]&&window[n].initialized)window[n].process&&window[n].process();else if(!e.getElementById(s)){var a=e.createElement("script");a.async=1,a.id=s,a.src=i,d.parentNode.insertBefore(a,d)}}(document,0,"infogram-async","//e.infogram.com/js/dist/embed-loader-min.js");</script>



<p>Di sisi lain, dorongan pemerintah terhadap masyarakat untuk membeli kendaraan listrik hanya akan membuat tingginya penggunaan kendaraan pribadi. Adapun, dominasi penggunaan kendaraan pribadi hanya akan menjadi budaya buruk bagi masyarakat. Menurut laporan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, masyarakat saat ini sudah lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum. Di tahun 2019, tercatat dari 26.424.851 total perjalanan masyarakat Ibu Kota, hanya 5.735.712 masyarakat yang menggunakan transportasi umum.</p>



<p>Maka dari itu, alih-alih mengurangi faktor kendaraan, ajakan pemerintah dapat menjadi bumerang dengan meningkatnya tingkat kendaraan di Jakarta. Kondisi tersebut juga dapat dibuktikan dari Jakarta Traffic Index yang semakin memburuk pada tahun 2022. Menurut laporan yang dipublikasi oleh Tom Tom Traffic, urutan kota Jakarta melambung ke posisi 29 dengan rata-rata perjalanan 10 km selama 22 menit 40 detik dari yang sebelumnya berada di posisi 46.&nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading">Macet jadi Polusi</h3>


<div class="infogram-embed" data-id="b4c68735-997b-435c-9849-c2eb41f53ada" data-type="interactive"></div><script>!function(e,t,s,i){var n="InfogramEmbeds",o=e.getElementsByTagName("script"),d=o[0],r=/^http:/.test(e.location)?"http:":"https:";if(/^\/{2}/.test(i)&&(i=r+i),window[n]&&window[n].initialized)window[n].process&&window[n].process();else if(!e.getElementById(s)){var a=e.createElement("script");a.async=1,a.id=s,a.src=i,d.parentNode.insertBefore(a,d)}}(document,0,"infogram-async","//e.infogram.com/js/dist/embed-loader-min.js");</script>



<p>Tingkat kemacetan yang begitu tinggi ini kemudian berdampak pula terhadap kualitas udara karena tingkat emisi yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor pun tinggi. TomTom Traffic mengungkapkan bahwa setiap tahunnya, aktivitas komuter setiap orang yang kemudian menyebabkan kemacetan di Jakarta menyumbangkan 263 kg dari 961 kg emisi dan untuk menanggulanginya, kita perlu menanam 96 pohon per orangnya. Sementara itu, kendaraan berbahan bakar diesel menyumbang 230 kg dari 918 kg sehingga perlu 92 pohon/orang untuk menanggulanginya.</p>



<div class="wp-block-buttons is-layout-flex wp-block-buttons-is-layout-flex">
<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/2023/11/29/polusi-mereka-yang-paksa-kita-merokok-tiga-batang-sehari/">Halaman Utama</a></div>



<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/?p=394">Pion 2: PLTU</a></div>



<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/?p=396">Dampak Polusi</a></div>



<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/?p=398">Solusi</a></div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://journalight.com/2023/12/19/kendaraan-bermotor-picu-polusi-udara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		<enclosure url="https://journalight.com/wp-content/uploads/2023/12/Luhut-Erick-1.mp4" length="806752" type="video/mp4" />

			</item>
		<item>
		<title>Siapa yang Bisa Mengatasi Polusi Udara di Jakarta?</title>
		<link>https://journalight.com/2023/12/19/siapa-yang-bisa-mengatasi-polusi-udara-di-jakarta/</link>
					<comments>https://journalight.com/2023/12/19/siapa-yang-bisa-mengatasi-polusi-udara-di-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Canalya Amira]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2023 12:54:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Data Journalism]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[polusi]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>
		<category><![CDATA[udara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journalight.com/?p=398</guid>

					<description><![CDATA[Penanganan masalah kualitas udara yang buruk di Jakarta tidak dapat dilihat dari satu faktor saja untuk mencapai hasil yang maksimal. Ibarat gali lubang tutup lubang, tindakan pemerintah yang hanya berfokus pada satu aspek saja tidak senantiasa menuntaskan permasalahan polusi yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penanganan masalah kualitas udara yang buruk di Jakarta tidak dapat dilihat dari satu faktor saja untuk mencapai hasil yang maksimal. Ibarat gali lubang tutup lubang, tindakan pemerintah yang hanya berfokus pada satu aspek saja tidak senantiasa menuntaskan permasalahan polusi yang melanda Jakarta. Hal ini disebabkan antara kendaraan, kemacetan, dan PLTU memiliki keterkaitan satu sama lain. Pemerintah perlu mempertimbangkan setiap langkah yang diambil agar tidak menimbulkan masalah baru. Namun, terlintas pertanyaan lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apakah hanya pemerintah yang harus menghilangkan polusi udara di Jakarta?</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://journalight.com/wp-content/uploads/2023/12/Kendaraan-1024x683.png" alt="" class="wp-image-389" srcset="https://journalight.com/wp-content/uploads/2023/12/Kendaraan-1024x683.png 1024w, https://journalight.com/wp-content/uploads/2023/12/Kendaraan-300x200.png 300w, https://journalight.com/wp-content/uploads/2023/12/Kendaraan-768x512.png 768w, https://journalight.com/wp-content/uploads/2023/12/Kendaraan-1536x1024.png 1536w, https://journalight.com/wp-content/uploads/2023/12/Kendaraan-1170x780.png 1170w, https://journalight.com/wp-content/uploads/2023/12/Kendaraan.png 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Foto: Farrell Rafif Adli</figcaption></figure>



<p>Kehadiran polusi di tengah hiruk pikuk Jakarta tidak lepas dari campur tangan masyarakat yang bermukim di dalamnya. Meskipun masyarakat tidak secara langsung mengelola PLTU yang ada di Jakarta, masyarakat tetap andil dalam penggunaan kendaraan bermotor. Untuk itu, setiap langkah yang diambil oleh pemerintah harus didukung secara penuh oleh masyarakat.</p>



<p>Beberapa peraturan yang sudah ada saat ini, jika dimaksimalkan dalam pelaksanaannya, dapat mencapai hasil yang baik. Misalnya, penerapan uji emisi untuk kendaraan yang berusia lebih dari tiga tahun dapat dilaksanakan di sejumlah titik secara merata untuk menjaring kendaraan yang layak pakai maupun tidak. Masyarakat masih sering kali berusaha menghindari hal-hal seperti ini dengan berbagai cara, seperti membayar petugas, menghindari lokasi uji emisi, bahkan memalsukan hasil uji emisi.</p>



<p>Permasalahan kualitas udara Jakarta bukan hanya masalah milik pemerintah, melainkan masalah milik bersama. Ada saya, Anda, pemerintah, dan seluruh masyarakat yang terlibat di dalamnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Solusi Apa yang Tepat Menurutmu?</strong></h2>


	<div id="respond" class="comment-respond wp-block-post-comments-form">
		<h3 id="reply-title" class="comment-reply-title">Leave a Reply <small><a rel="nofollow" id="cancel-comment-reply-link" href="/author/canalyaa/feed/#respond" style="display:none;">Cancel reply</a></small></h3><form action="https://journalight.com/wp-comments-post.php" method="post" id="commentform" class="comment-form"><p class="comment-notes"><span id="email-notes">Your email address will not be published.</span> <span class="required-field-message">Required fields are marked <span class="required">*</span></span></p><p class="comment-form-comment"><label for="comment">Comment <span class="required">*</span></label> <textarea id="comment" name="comment" cols="45" rows="8" maxlength="65525" required></textarea></p><p class="comment-form-author"><label for="author">Name <span class="required">*</span></label> <input id="author" name="author" type="text" value="" size="30" maxlength="245" autocomplete="name" required /></p>
<p class="comment-form-email"><label for="email">Email <span class="required">*</span></label> <input id="email" name="email" type="email" value="" size="30" maxlength="100" aria-describedby="email-notes" autocomplete="email" required /></p>
<p class="comment-form-url"><label for="url">Website</label> <input id="url" name="url" type="url" value="" size="30" maxlength="200" autocomplete="url" /></p>
<p class="comment-form-cookies-consent"><input id="wp-comment-cookies-consent" name="wp-comment-cookies-consent" type="checkbox" value="yes" /> <label for="wp-comment-cookies-consent">Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.</label></p>
<p class="form-submit"><input name="submit" type="submit" id="submit" class="submit" value="Post Comment" /> <input type='hidden' name='comment_post_ID' value='398' id='comment_post_ID' />
<input type='hidden' name='comment_parent' id='comment_parent' value='0' />
</p></form>	</div><!-- #respond -->
	


<div class="wp-block-buttons is-layout-flex wp-block-buttons-is-layout-flex">
<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/2023/11/29/polusi-mereka-yang-paksa-kita-merokok-tiga-batang-sehari/">Halaman Utama</a></div>



<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/?p=392">Pion 1: Kendaraan</a></div>



<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/?p=394">Pion 2: PLTU</a></div>



<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/?p=396">Dampak Polusi</a></div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://journalight.com/2023/12/19/siapa-yang-bisa-mengatasi-polusi-udara-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa yang Terjadi di Jakarta Akibat Polusi Udara?</title>
		<link>https://journalight.com/2023/12/19/apa-yang-terjadi-di-jakarta-akibat-polusi-udara/</link>
					<comments>https://journalight.com/2023/12/19/apa-yang-terjadi-di-jakarta-akibat-polusi-udara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Canalya Amira]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2023 12:54:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Data Journalism]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[polusi]]></category>
		<category><![CDATA[sesak]]></category>
		<category><![CDATA[udara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journalight.com/?p=396</guid>

					<description><![CDATA[Kualitas udara Jakarta yang buruk menjadi sebuah permasalahan yang serius. Udara sejatinya memiliki peran yang krusial dalam kehidupan manusia. Melansir Kementerian Kesehatan Indonesia, rata-rata manusia dewasa menghirup udara sebesar 7–8 liter per menitnya. Artinya, udara bersih merupakan kebutuhan utama dalam...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kualitas udara Jakarta yang buruk menjadi sebuah permasalahan yang serius. Udara sejatinya memiliki peran yang krusial dalam kehidupan manusia. Melansir Kementerian Kesehatan Indonesia, rata-rata manusia dewasa menghirup udara sebesar 7–8 liter per menitnya. Artinya, udara bersih merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan manusia. Namun, kenyataannya semakin hari kualitas udara, khususnya Jakarta justru semakin memburuk.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Memburuknya kualitas udara di Jakarta seringkali menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan, terutama masalah pernapasan. Data kementrian kesehatan menunjukkan kasus infeksi saluran pernapasan atau ISPA nonpneumonia di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek) bahkan mencapai 90.546 kasus pada 29 Agustus sampai 6 September 2023.&nbsp;</p>



<p>Anton Wonodwihartanto, pengemudi ojek online yang berusia 41 tahun ini mungkin salah satu dari puluhan ribu orang yang mengalami masalah pernapasan akibat kualitas udara yang buruk. Anton yang lebih dari setengah harinya bekerja di jalanan kerap merasakan sesak.</p>



<p>“Pernah, ketika saya lagi di belakang kendaraan yang polusinya sangat mengganggu. Itu berpengaruh pada pernapasan ketika mengendarai kendaraan,” terangnya.&nbsp;</p>



<p>Sama seperti Anton, Rizah Aulifia, Communication Assistant World Resource Institute (WRI) Indonesia juga merasakan sendiri dampak dari buruknya kualitas udara Jakarta. Perempuan yang akrab disapa Ica ini, telah merasakan sendiri pahitnya akibat dari polusi udara Jakarta. Ica terpaksa harus melakukan operasi kecil lantaran debu yang membuat matanya meradang.&nbsp;</p>



<p>“Akhirnya pas dicoba dikonsultasikan ke dokter mungkin ini matanya sensitif, nggak kuat kena debu. Dari situ aku merasa terjustifikasi kalau itu adalah masalah polusi,” terang Ica.&nbsp;</p>



<p>Menariknya, pengalaman personal tersebut menyadarkan Ica bahwa polusi udara tidak lagi dapat dianggap sebagai masalah personal. Baginya, polusi udara adalah masalah yang lebih kompleks dari itu.&nbsp;</p>



<p>“Jadi memang polusi udara itu tidak bisa dilihat sebagai polusi udara sendiri, tetapi dia akan selalu berkaitan dengan aspek lainnya. Khususnya kalau bahas kota dia akan berkaitan dengan transportasi, PLTU, dan banyak hal lainnya,” tegas Ica.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Kendati demikian, permasalahan kompleks tersebut malah ditangani asal-asalan oleh pemerintah. Solusi ini acap kali membuat banyak orang <em>geram</em>.&nbsp;</p>



<p>“Waktu itu sih sampe aku kesel tentang penyiraman air. Aku sebel aja kayak apa gitu korelasinya. Air itu ternyata malah memperburuk polusinya,” ungkap Ica.</p>



<div class="wp-block-buttons is-layout-flex wp-block-buttons-is-layout-flex">
<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/2023/11/29/polusi-mereka-yang-paksa-kita-merokok-tiga-batang-sehari/">Halaman Utama</a></div>



<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/?p=392">Pion 1: Kendaraan</a></div>



<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/?p=394">Pion 2: PLTU</a></div>



<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/?p=398">Solusi</a></div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://journalight.com/2023/12/19/apa-yang-terjadi-di-jakarta-akibat-polusi-udara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PLTU: Raksasa yang Melukai Manusia</title>
		<link>https://journalight.com/2023/12/19/pltu-polusi-udara-jakarta/</link>
					<comments>https://journalight.com/2023/12/19/pltu-polusi-udara-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Canalya Amira]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2023 12:54:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Data Journalism]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitas Udara]]></category>
		<category><![CDATA[PLTU]]></category>
		<category><![CDATA[Polusi Udara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journalight.com/?p=394</guid>

					<description><![CDATA[Bukan hanya kendaraan, PLTU pun ikut menjadi sorotan sebagai penyumbang polusi di Jakarta. Pemerintah kerap kali menyangkal bahwa PLTU turut andil dalam penyebab polusi. Namun, pada akhirnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada 28 Agustus 2023, menyatakan bahwa 34% polusi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flourish-embed flourish-map" data-src="visualisation/15429869"><script src="https://public.flourish.studio/resources/embed.js"></script></div>



<p>Bukan hanya kendaraan, PLTU pun ikut menjadi sorotan sebagai penyumbang polusi di Jakarta. Pemerintah kerap kali menyangkal bahwa PLTU turut andil dalam penyebab polusi. Namun, pada akhirnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada 28 Agustus 2023, menyatakan bahwa 34% polusi di Jakarta disebabkan oleh PLTU. Tercatat ada 26 PLTU yang berdiri di dalam dan sekitar Jakarta. PLTU-PLTU ini tersebar di daerah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Menariknya, sebanyak 65% di antaranya dimiliki oleh swasta. Umumnya, perusahaan swasta mendirikan PLTU untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri dengan menjualnya kembali ke PLN. Hal ini biasa disebut sebagai <em>Independent Power Producer </em>(IPP).</p>


<div style="min-height:300px"><script type="text/javascript" defer src="https://datawrapper.dwcdn.net/JpxxL/embed.js?v=1" charset="utf-8"></script><noscript><img decoding="async" src="https://datawrapper.dwcdn.net/JpxxL/full.png" alt="Perbandingan Indeks PM 2.5 per bulan di Jakarta, Pasarkemis, Serang, Cileungsi, Bekasi, Bandung, dan Bogor" /></noscript></div>



<p>Akibat dari banyaknya PLTU ini, polusi pun berdampak ke daerah-daerah di sekitar Jakarta. Kecamatan Pasarkemis di Kabupaten Tangerang dan Kota Bekasi menjadi salah dua daerah yang memiliki kualitas udara yang lebih buruk dari Jakarta. Tidak hanya itu, Kecamatan Cileungsi pun mengalami kenaikan drastis pada bulan Juni 2022. Daerah-daerah ini merupakan daerah industri yang juga berlokasi di dekat PLTU.</p>



<div class="wp-block-buttons is-layout-flex wp-block-buttons-is-layout-flex">
<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/2023/11/29/polusi-mereka-yang-paksa-kita-merokok-tiga-batang-sehari/">Halaman Utama</a></div>



<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/?p=392">Pion 1: Kendaraan</a></div>



<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/?p=396">Dampak Polusi</a></div>



<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/?p=398">Solusi</a></div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://journalight.com/2023/12/19/pltu-polusi-udara-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polusi: Mereka yang Paksa Kita ‘Merokok’ Tiga Batang Sehari</title>
		<link>https://journalight.com/2023/11/29/polusi-mereka-yang-paksa-kita-merokok-tiga-batang-sehari/</link>
					<comments>https://journalight.com/2023/11/29/polusi-mereka-yang-paksa-kita-merokok-tiga-batang-sehari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Canalya Amira]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Nov 2023 09:20:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Data Journalism]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitas Udara]]></category>
		<category><![CDATA[polusi]]></category>
		<category><![CDATA[udara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journalight.com/?p=69</guid>

					<description><![CDATA[Kita Terpaksa Mengisap Dua Sampai Tiga Batang Rokok Setiap Hari Akibat Polusi Udara DKI Jakarta kembali meraih prestasi sebagai negara yang menempati posisi teratas dengan kualitas udara terburuk di dunia. Data dari IQAir selama sebulan terakhir pun menunjukkan bahwa kualitas...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading">Kita Terpaksa Mengisap Dua Sampai Tiga Batang Rokok Setiap Hari Akibat Polusi Udara</h4>



<p>DKI Jakarta kembali meraih prestasi sebagai negara yang menempati posisi teratas dengan kualitas udara terburuk di dunia. Data dari IQAir selama sebulan terakhir pun menunjukkan bahwa kualitas udara DKI Jakarta termasuk golongan tidak sehat. Polusi PM 2.5—salah satu indikator kualitas udara berupa partikel kecil yang berdiameter kurang dari 2,5 mikrometer yang mudah menembus paru-paru serta aliran darah—di Jakarta setara dengan mengisap 2–3 batang rokok.</p>



<div class="wp-block-group has-x-large-font-size"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column is-vertically-aligned-stretch is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow"><p><iframe title="Indeks Kualitas Udara Jakarta (23 Okt - 3 Des 2023)" aria-label="Interactive line chart" id="datawrapper-chart-gHjkA" src="https://datawrapper.dwcdn.net/gHjkA/6/" scrolling="no" frameborder="0" style="width: 0; min-width: 100% !important; border: none;" height="500" data-external="1"></iframe><script type="text/javascript">!function(){"use strict";window.addEventListener("message",(function(a){if(void 0!==a.data["datawrapper-height"]){var e=document.querySelectorAll("iframe");for(var t in a.data["datawrapper-height"])for(var r=0;r<e.length;r++)if(e[r].contentWindow===a.source){var i=a.data["datawrapper-height"][t]+"px";e[r].style.height=i}}}))}();
</script></p>
</div>
</div>
</div></div>



<h3 class="wp-block-heading" style="font-size:20px"><strong>Meskipun Baru <em>Trending</em> Belakangan ini, Apakah Buruknya Kualitas Udara DKI Jakarta Menjadi Sesuatu yang Baru?</strong></h3>


<p><iframe title="Kualitas Udara Jakarta Tahun 2017 - 2022" aria-label="Column Chart" id="datawrapper-chart-Qnr38" src="https://datawrapper.dwcdn.net/Qnr38/6/" scrolling="no" frameborder="0" style="width: 0; min-width: 100% !important; border: none;" height="700" data-external="1"></iframe><script type="text/javascript">!function(){"use strict";window.addEventListener("message",(function(a){if(void 0!==a.data["datawrapper-height"]){var e=document.querySelectorAll("iframe");for(var t in a.data["datawrapper-height"])for(var r=0;r<e.length;r++)if(e[r].contentWindow===a.source){var i=a.data["datawrapper-height"][t]+"px";e[r].style.height=i}}}))}();
</script></p>



<p>Buruknya kualitas udara di Jakarta bukanlah sesuatu hal yang tidak biasa bagi masyarakat. Meskipun baru <em>trending</em> belakangan ini, nyatanya, kualitas udara di Jakarta hampir selalu buruk. Bahkan, sebelum pandemi, rata-rata tahunan indeks PM 2.5 di Jakarta pernah mencapai angka 49,4.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Angka ini 7–10 kali lipat lebih buruk dari standar yang telah ditetapkan oleh WHO.</strong></h3>



<p>Saat pandemi, angka ini memang mengalami penurunan sehingga banyak warga yang percaya, dengan adanya pembatasan aktivitas selama pandemi, kualitas udara di Jakarta menjadi lebih baik. Padahal, walaupun terdapat penurunan, angka polutan PM 2.5 ini masih tergolong tinggi. Hingga tahun 2022, kualitas udara di Jakarta tidak mengalami perubahan yang signifikan.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><em>“Boleh enggak kita berdoa bersama hujan turun?”</em></p>
<cite><em>Sigit Reliantoro, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK saat ditanya soal solusi polusi udara</em></cite></blockquote>



<p>Hujan yang begitu diharapkan di tahun ini dan dipandang dapat menjadi solusi buruknya polusi udara pun ternyata tidak serta merta membuat udara Jakarta dapat dihirup tanpa risiko. Nyatanya, sejak musim hujan dimulai, kualitas udara Jakarta masih berada di level tidak sehat. IQAir menyatakan bahwa hujan memang dapat menjadi salah satu solusi atas polusi udara dengan adanya mekanisme pengendapan basah (<em>wet deposition</em>), mengendapkan pencemar ke tanah. Akan tetapi, hujan tidak cukup efektif untuk mengendapkan PM 2.5 karena partikelnya yang terlalu halus dan kecil.</p>


<div class="infogram-embed" data-id="7fd93873-4957-4d5f-86ac-a390fdb3676f" data-type="interactive"></div><script>!function(e,t,s,i){var n="InfogramEmbeds",o=e.getElementsByTagName("script"),d=o[0],r=/^http:/.test(e.location)?"http:":"https:";if(/^\/{2}/.test(i)&&(i=r+i),window[n]&&window[n].initialized)window[n].process&&window[n].process();else if(!e.getElementById(s)){var a=e.createElement("script");a.async=1,a.id=s,a.src=i,d.parentNode.insertBefore(a,d)}}(document,0,"infogram-async","//e.infogram.com/js/dist/embed-loader-min.js");</script>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Kualitas udara tiap tahun kian memburuk. Lantas, bagaimana tanggapan pemerintah terhadap masalah ini?</strong></h3>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<div class="wp-block-cover is-light" style="min-height:460px;aspect-ratio:unset;"><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim-0 has-background-dim"></span><img decoding="async" width="1920" height="1080" class="wp-block-cover__image-background wp-image-497" alt="" src="https://journalight.com/wp-content/uploads/2023/12/Luhut-Erick-4.gif" style="object-position:50% 50%" data-object-fit="cover" data-object-position="50% 50%"/><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size"></p>
</div></div>
</div></div>
</div>
</div>



<p>Tanggapan pemerintah cenderung berubah-ubah dan saling lempar soal penyebab polusi udara di Jakarta. Kendaraan bermotor, PLTU, warga bakar sampah, apa yang sebenarnya menyebabkan polusi udara? Lantas, apa solusi yang tepat untuk menangani masalah tersebut?</p>



<div class="wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-core-buttons-is-layout-16018d1d wp-block-buttons-is-layout-flex">
<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/?p=392">Pion 1: Kendaraan</a></div>



<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/?p=394">Pion 2: PLTU</a></div>



<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/?p=396">Dampak Polusi</a></div>



<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://journalight.com/?p=398">Solusi</a></div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://journalight.com/2023/11/29/polusi-mereka-yang-paksa-kita-merokok-tiga-batang-sehari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
