
Narasi yang beredar
Sebuah video yang diunggah oleh akun @nguawor.mim beredar di Instagram dan Facebook menampilkan pidato Ketua Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang membahas ramalan Indonesia bubar 2030. Video tersebut merupakan hasil potongan dari keseluruhan video yang diunggah di akun Facebook Partai Gerindra. Tidak diketahui lokasi, waktu, dan acara di mana pidato tersebut dilakukan. Prabowo menyebutkan bahwa sejumlah studi di luar negeri meramalkan Indonesia akan bubar pada 2030.
Video yang diunggah oleh akun @nguawor.mim pada 27 April 2025 tersebut mengunggah ulang potongan video pidato Prabowo yang diliput oleh Kompas TV dengan Headline “Ramalan Indonesia Lenyap 2030”. Akun tersebut juga menyertakan gambar peta Indonesia dan disertai bendera-bendera yang menggambarkan Indonesia terpecah-belah.
Hasil penelusuran
Pidato Prabowo mengenai Indonesia bubar di tahun 2030 yang beredar pertama kali disampaikan dalam acara Konferensi Nasional dan Temu Kader Partai Gerindra yang diselenggarakan di Sentul, Bogor pada tahun 2017. Video pidato tersebut pertama kali diunggah oleh Partai Gerindra di berbagai media sosial serta diliput oleh Kompas TV.
Pidato yang disampaikan Prabowo berisi kutipan novel fiksi berjudul Ghost Fleet karya P.W. Singer dan August Cole. Novel ini menggambarkan kondisi perang dunia di masa depan dan menyebutkan bahwa Indonesia tidak ada lagi di tahun 2030. Prabowo menyebutkan referensi ini untuk mengingatkan pentingnya menjaga kedaulatan nasional Republik Indonesia. Setelah pidato tersebut menjadi sorotan masyarakat, Prabowo mengklarifikasi bahwa referensinya berasal dari novel fiksi, bukan kajian ilmiah. Akan tetapi, ia menekankan bahwa pesan utama pidatonya adalah peringatan agar Indonesia tidak lengah terhadap ancaman eksternal dan pentingnya menjaga kedaulatan.
Kesimpulan
Video yang beredar sebetulnya benar, saat itu prabowo sedang berpidato di salah satu kegiatan Partai Gerindra dan menyinggung persoalan ramalan tentang Indonesia yang bisa bubar di tahun 2030, dikutipnya dari novel luar negeri. Namun headline dan gambar yang ditampilkan dalam video tidak benar/ hoax dan bersifat spekulatif. Dalam video tersebut Prabowo lebih menegaskan kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap persoalan yang bisa memecah belah bangsa.
Akun yang mengunggah video ini juga menyatakan bahwa konten yang dibagikannya hanyalah sebuah konten humor hiburan online.



